Jelang HUT Jakarta CGR Luncurkan Buku Djali-Djali Bintang Kedjora

JAKARTA, AKSI KATA. COM – Menjelang HUT ke-499 Kota Jakarta, Chairil Gibran Ramadhan (CGR) yang merupakan budayawan dan sastrawan, meluncurkan buku “Djali-Djali Bintang Kedjora: Setangkle Cerita Sejarah & Budaya ~ Betawi, Batavia, Jakarta”, pada Jumat 19 Juni 2026, di Aula Ali Sadikin, Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Dalam Siaran Persnya, CGR mengungkapkan bahwa yang tampil sebagai pembicara adalah Nuthayla Anwar (Penyair, Jurnalis, dan Wakil Rektor Al Ghuraaba) dan Idrus F. Shahab (Penulis dan Mantan Wartawan Senior TEMPO), dipandu Giyanto Subagio (Penyair dan Pegiat Komunitas Sastra Senen).
Hadir dan memberikan sambutan: Prof. Dr. Yasmine Zaki Shahab (Guru Besar Antropologi FISIP UI), Dr. Ninuk Kleden (Antropolog), Harry Simon (Produser film), Krishna Purwana (eks Sersan Prambors), Rusmantoro (Ketua Bidang Pembinaan Disbud DKI Jakarta), Dr. KH. Azis Khafia (Bamus Betawi), Hidayat Napis (Lembaga Kebudayaan Betawi), dan Lahyanto Nadi (wartawan).
Acara yang difasilitasi DISPUSIP DKI Jakarta ini, pun dimaksudkan sebagai dukungan atas rencana menjadi “Mei Bulan Ismail Marzuki” yang digagas CGR, sebagai langkah awal mendorong Kemenbud RI untuk mendukung penetapan Mei sebagai Bulan Ismail Marzuki dan pembuatan biopic Ismail Marzuki berdasarkan skenario riset karya CGR; Prof. Dr. H. Edi Sukardi (Ketua PSB UHAMKA) memberi “PSB UHAMKA Award” kepada CGR selaku Sastrawan Betawi atas jejak selama 26 tahun dan merupakan award pertama dari PSB UHAMKA.
“Djali-Djali Bintang Kedjora” berisi 15 judul cerpen yang dimuat di Majalah Sastra Horison pada 2011-2015, plus satu judul pada edisi HUT ke-50 pada Juli 2016. Adapun dua judul lain diambil dari “Si Murai dan Orang Gila” (Kumpulan Cerpen Terbaik DKJ 2010) dan Jurnal Sastra (edisi perdana September 2012).
Terkait prestasi inilah, CGR diminta Taufiq Ismail selaku pendiri Majalah Sastra Horison untuk menjalankan wajah baru pada 2018.
Di dalam bukunya, CGR menampilkan cerpen-cerpen yang ditulis dengan beragam eksplorasi gaya penulis, termasuk penggunaan semua ragam bahasa dan ragam ejaan yang pernah ada di negeri ini.
Melalui Djali-Djali Bintang Kedjora (dan Sebelas Colen di Malam Lebaran: Setangkle Cerita Betawi, Masup Jakarta, 2008) CGR memberi perspektif baru tentang sastra Betawi dengan gaya penceritaan yang segar dan memikat. Sebuah buku yang layak dibaca dan disimak para pecinta dan pengamat sastra Indonesia.
Banyak pengamat, pelaku dan pemerhati sastra seperti Ahmadun Yosi Herfanda, (Redaktur Sastra Surat Kabar Harian Republika), Dr. Cecep Syamsul Hari, (Penyair & Redaktur Majalah Sastra HORISON), Dr. Ibnu Wahyudi, (Pengamat Sastra & Pengajar di FIB-UI), Joni Ariadinata, (Cerpenis & Redaktur Majalah Sastra HORISON), dan Sastrawan Yanusa Nugroho, yang menilai bahwa buku ini merupakan hal yang luar biasa.
Buku ini dinilai merupakan karya sastra atau fiksi yang selalu mampu memberi arti bagi pembaca, utamanya dalam kaitan dengan latar kultural yang kental, biasanya adalah karya yang berdimensi dokumentatif dengan pemerian yang rinci.
Bahkan menurut Joni, CGR adalah “spesies unik dan langka”, karena “di tengah keragaman gaya dan tema, ia memilih sesuatu yang spesifik. Di tengah keriuhan sampah tulisan yang dangkal dan kurang bermutu, ia memilih kesabaran pada sesuatu yang dalam. Saat ini kita sungguh-sungguh memerlukan seorang penulis yang memiliki visi jelas, berkarakter, serta memiliki gaya khas.