Menyalakan Kembali Api WS Rendra Lewat Musik dan Puisi di Tanah Kelahirannya

ADAT & BUDAYA329 Dilihat

SURAKARTA, AKSIKATA.COM – Sejumlah seniman lintas generasi akan tampil dalam Konser Musikalisasi Puisi “Mengolah Daya Hidup” untuk memperingati 91 tahun kelahiran W.S. Rendra di Pendopo Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Surakarta, pada 9 November 2026.

Produser konser, Farchan Asy’ary, mengatakan kegiatan ini menjadi upaya merawat warisan pemikiran dan karya Rendra melalui perpaduan musik, puisi, teater, dan tari. Menurutnya, karya-karya Rendra memiliki kekuatan artistik yang tetap relevan bagi generasi masa kini.

Sutradara pertunjukan Iwan Burnani Toni menjelaskan tema “Mengolah Daya Hidup” diangkat dari pandangan Rendra yang menjadikan seni sebagai sarana menjaga nurani, merespons persoalan sosial, dan merawat kemanusiaan. Karena itu, puisi-puisi Rendra akan dihadirkan kembali melalui aransemen musik modern dan kontemporer.

Konser ini akan menghadirkan sejumlah nama seperti Sawung Jabo, Setiawan Djody, Butet Kartaredjasa, Didi Nini Thowok, Untung Basuki, Suzan Piper, Sruti Respati, Rere Grass Rock, Sri Krishna Encik, Ine Arini Bastaman, serta sejumlah seniman lainnya. Sejumlah tokoh publik, di antaranya Wiranto, M.S. Kaban, Eep Saefulloh Fatah, dan Sandrina Malakiano, juga dijadwalkan ikut membacakan puisi.

Menurut Humas acara Eddie Karsito, kolaborasi para murid, sahabat, musisi, dan budayawan lintas generasi menjadi daya tarik utama pertunjukan tersebut. Perpaduan musik rock, balada, etnik, dan teater diharapkan mampu menghadirkan interpretasi baru atas karya-karya Rendra.

Pemilihan Solo sebagai lokasi konser juga memiliki makna khusus karena kota tersebut merupakan tempat kelahiran Rendra. Penyelenggara memandang pementasan ini sebagai bentuk penghormatan terhadap akar budaya dan perjalanan kesenian sang maestro.

Konser tersebut diselenggarakan oleh Yayasan Bengawan Solo Gong bekerja sama dengan SOCreative sebagai bagian dari upaya merawat dan menghidupkan kembali semangat kesenian, kreativitas, serta nilai-nilai kemanusiaan yang diwariskan W.S. Rendra.