JAKARTA, AKSI KATA. COM — Pemilihan Putra Putri Batik Nusantara (PPBN) kembali diselenggarakan pada tahun 2026 dan memasuki penyelenggaraan ke -11. Digagas sebagai bagian dari gerakan pelestarian Batik Nusantara, PPBN menempatkan generasi muda bukan sekadar sebagai peserta sebuah kompetisi, melainkan sebagai calon penggerak, komunikator, dan representasi budaya Indonesia.
Dalam penyelenggaraan Pemilihan Putra Putri Batik Nusantara ke -11 Tahun 2026 Ikatan Pencinta Batik Nusantara bekerja sama dengan Ikatan Alumni Putra Putri Batik Nusantara, serta didukung oleh JEEVES Indonesia, PPBN 2026 mengangkat tema Batik Derawan & Mara tua, Kalimantan Timur.
Tema ini menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan batik daerah sekaligus cerita mengenai identitas, budaya, pariwisata, dan potensi daerah kepada generasi muda.Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2011, PPBN telah membangun jejaring lebih dari 280 alumni yang tersebar lintas angkatan, profesi, dan bidang kontribusi.
Jejaring tersebut menjadi modal untuk memperluas dampak pelestarian batik melalui kolaborasi, kepemimpinan generasi muda, serta koneksi nasional dan internasional.11 280+ 38 25+Kali Penyelenggaraan Alumni Provinsi Negara dalam jejaring Bukan Sekadar Ajang, tetapi Gerakan Regenerasi Sejak hadir pada 2011 hingga 2019, PPBN menjadi bagian dari upaya memperkenalkan batik kepada generasi muda.
Setelah sempat vakum, PPBN kembali hadir pada 2024 dan melanjutkan perjalanannya pada 2026 dengan pendekatan yang semakin berkembang.
Dalam proses seleksi dan pembinaan, peserta dilihat secara utuh sebagai calon representasi Batik Indonesia. Aspek yang menjadi perhatian mencakup authentic personality, batik knowledge, leadership, communication, diplomacy, critical thinking, performing arts, positive social media, global mindset, serta integrity & ethics.
Pendekatan ini menjadikan PPBN sebagai ruang pembelajaran untuk membentuk generasi muda yang memiliki pengetahuan, karakter, dan keberanian membawa batik ke ruang -ruang baru.Pendekatan ini menjadikan PPBN bukan sekadar ajang pencarian figur, tetapi sebuah proses untuk menemukan dan membentuk generasi muda yang memiliki pengetahuan, karakter, serta keberanian untuk membawa batik ke ruang -ruang baru.
PPBN mengangkat Batik Derawan & Maratua dari Kalimantan Timur sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan batik daerah sekaligus cerita yang menyertainya. Melalui tema ini, batik ditempatkan bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi seba gai bagian dari identitas, budaya, pariwisata, dan potensi daerah yang dapat terus berkembang bersama generasi muda.Bagi PPBN, mengenakan batik berarti juga mengenal dan membawa ceritanya.
Karena itu, para finalis didorong untuk tidak hanya tampil dalam balutan batik, tetapi memahami, mengomunikasikan, dan memperkenalkan nilai di baliknya kepada publik dengan cara yang relevan dengan generasi hari ini.
Karantina Nasional
Selama rangkaian ini, para finalis mengikuti pembekalan dan pelatihan yang mencakup pengetahuan batik, public speaking, komunikasi panggung, mental resilience, emotional intelligence, etika dan table manner, personal branding, kepemimpinan, diplomasi budaya, pengembangan karier, serta pengenalan program Jelajah Batik.
Rangkaian karantina juga menghadirkan sejumlah agenda utama yang telah dilalui para finalis.
Pada 23 September, seluruh finalis mengikuti Sashing Ceremony sebagai momen perkenalan publik sekaligus penyematan selempang resmi PPBN 2026.
Agenda ini menandai dimulainya perjalanan para finalis sebagai representasi generasi muda yang membawa semangat pelestarian batik.
Pada 24 September, para finalis mengikuti Preliminary Night di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata. Malam preliminary menjadi salah satu tahapan penilaian dan panggung bagi finalis untuk menunjukkan kemampuan, karakter, serta pemahaman mereka terha dap tema dan nilai yang diusung PPBN 2026.
Selanjutnya, pada 25 September, para finalis menghadiri Appreciation & Networking Soiree di LSPR Jakarta. Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi atas proses yang telah dijalani sekaligus kesempatan membangun jejaring dengan para pemangku kepentingan, mitra, dan komunitas yang mendukung perjalanan PPBN.
Menuju Puncak Pemilihan PPBN 2026
Setelah menjalani rangkaian karantina, Sashing Ceremony, Preliminary Night, dan Appreciation & Networking Soiree, para finalis menuju acara Final Pemilihan Putra Putri Batik Nusantara 2026 yang akan diselenggarakan pada 27 September 2026 di Trans Studio – Cibubur. Pada puncak acara tersebut akan diumumkan para penerima gelar dan penghargaan PPBN 2026.
Selain penghargaan Top 3, Top 6, Pemenang Inteligensia, Pemenang Berbakat, serta Special Awards, PPBN 2026 menghadirkan total hadiah lebih dari Rp1 miliar, juga memperoleh beasiswa program magister dari LSPR sebagai dukungan bagi pengembangan kapasitas mereka sebagai generasi penerus dan komunikator Batik Indonesia.










