Nadine Candrawinata Dukung RUU Perlindungan Hewan di Talkshow CPPETINDO

LIFESTYLE381 Dilihat

TANGERANG, AKSIKATA.COM – CPPETINDO melalui jenama Rocco dan BOLT berkolaborasi dengan Dog Meat Free Indonesia (DMFI) menggelar talkshow edukatif di ajang Indonesia International Pet Expo (IIPE) 2026, Hall 8 ICE BSD. Acara ini menghadirkan tokoh publik Nadine Candrawinata yang menyoroti urgensi pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan dan Kesejahteraan Hewan.

Dalam diskusi, Nadine menekankan bahwa kepedulian terhadap hewan harus dimulai dari lingkungan keluarga. “Menjadi pemilik peliharaan itu bukan cuma soal memberi makan, tapi juga memastikan hak hidup mereka terpenuhi tanpa ada kekerasan. RUU ini penting agar ada payung hukum yang jelas untuk melindungi hewan dari perdagangan dan penyiksaan,” ujarnya.

Dia juga menyoroti pentingnya memperkuat suara publik untuk menghentikan praktik konsumsi dan perdagangan hewan. “Partisipasi masyarakat, termasuk melalui petisi, dapat menjadi langkah awal untuk mendorong lahirnya kebijakan yang lebih berpihak pada kesejahteraan hewan,” kata Nadine.

Nadine Candrawinata menilai regulasi ini bukan hanya melindungi hewan dari kekerasan, tetapi juga menjaga kesehatan masyarakat dari ancaman zoonosis seperti rabies.

RUU Perlindungan dan Kesejahteraan Hewan sendiri telah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2026. Regulasi ini diharapkan menjadi dasar hukum yang lebih kuat untuk menghentikan praktik perdagangan daging anjing dan kucing, mencegah eksploitasi, serta memberikan sanksi tegas terhadap pelaku kekerasan hewan. Dukungan politik lintas fraksi di DPR RI menunjukkan adanya kesepahaman luas mengenai pentingnya regulasi ini.

Selain Nadine, talkshow juga menghadirkan Dr. drh. Hasudungan A. Sidabalok, M.Si (Kepala Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta), drh. Merry Ferdinandez dari DMFI, serta Wilda Novayana selaku Brand Manager CPPETINDO. Mereka bersama-sama menandatangani petisi percepatan pengesahan RUU, di mana setiap tanda tangan dikonversi menjadi donasi 500 gram pakan anjing untuk shelter.

Nadine menutup sesi dengan ajakan kepada publik untuk terus mengawal proses legislasi ini. “Kita harus bersuara bersama. Hewan punya hak untuk hidup tanpa penderitaan, dan masyarakat punya tanggung jawab memastikan hal itu terwujud. RUU ini adalah langkah besar menuju Indonesia yang lebih berwelas asih,” tegasnya.

Tidak hanya Nadine, sang adik Mischa Chandrawinata juga turut serta, memberikan perspektif segar tentang peran generasi muda dalam isu kesejahteraan hewan.

Dalam suasana hangat dan penuh antusiasme, Mischa menekankan bahwa anak muda memiliki kekuatan besar untuk menggerakkan kampanye perlindungan hewan melalui media sosial. Ia menilai bahwa platform digital bukan sekadar ruang hiburan, tetapi juga sarana efektif untuk menyebarkan pesan tentang kepedulian terhadap satwa.

“Generasi muda bisa menggunakan media sosial untuk menyuarakan perlindungan satwa. Interaksi dan komunikasi dengan hewan bukan hanya menyenangkan, tetapi juga penting untuk menjaga kesejahteraan mereka. Aktivitas bermain bisa menjadi stimulus sekaligus membangun hubungan yang baik antara manusia dan hewan,” ungkap Mischa.

Talkshow CPPETINDO di ICE BSD pun menjadi momentum penting, memperlihatkan bahwa isu kesejahteraan hewan kini mendapat dukungan lintas generasi. CPPETINDO menegaskan komitmen mereka terhadap inovasi produk sekaligus edukasi masyarakat.

CPPETINDO melalui brand BOLT dan Rocco menampilkan rangkaian produk pakan hewan yang diformulasikan sesuai standar internasional, dan mendukung kesehatan jangka panjang hewan peliharaan.

Chief Commercial Officer CPPETINDO, Erwin Hartawan, menegaskan bahwa pertumbuhan industri pet food harus berjalan seiring dengan edukasi. “Kami tidak hanya menghadirkan produk bernutrisi yang mudah diakses, tetapi juga memastikan pet parents memperoleh informasi yang tepat tentang nutrisi dan perawatan hewan. Lewat riset, inovasi, dan edukasi, kami ingin tumbuh bersama industri sekaligus konsumen,” ujarnya.

Selain itu, CPPETINDO juga memperkenalkan kanal konsultasi resmi HaloBOLT, kolaborasi dengan dokter hewan, serta kampanye sosial “Anti Jagal, Mari Jaga” yang dikaitkan dengan penggalangan petisi. Setiap tanda tangan petisi dikonversi menjadi donasi 500 gram pakan untuk anjing-anjing di shelter, menunjukkan bahwa produk yang mereka usung tidak hanya hadir di pasar, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan sosial nyata. ***