19 Ribu Rumah Porak-Poranda, BPBD NTT Fokus Pemulihan Pascagempa Flores

PERISTIWA348 Dilihat

KUPANG, AKSIKATA.COM – Gempa yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026), meninggalkan jejak kerusakan masif. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT mencatat hingga Selasa (18/8) pukul 09.00 WITA, sebanyak 19.297 unit rumah rusak di delapan kabupaten.

Kepala Pelaksana BPBD NTT, Mahadin Sibarani, menyebut pendataan ini masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui sesuai hasil verifikasi lapangan. “Data kerusakan rumah ini merupakan hasil pendataan awal dan dapat berubah sesuai kondisi di lapangan,” ujarnya dalam laporan yang diterima di Kupang.

Kerusakan paling parah terjadi di Manggarai Timur, dengan total 7.480 rumah terdampak. Disusul Manggarai Barat sebanyak 3.493 rumah, terdiri atas 1.410 rusak berat, 635 rusak sedang, dan 1.448 rusak ringan. Sementara di Manggarai, tercatat 1.983 rumah rusak, dengan 1.597 di antaranya masuk kategori berat.

Kabupaten lain juga mengalami kerusakan signifikan: Nagekeo (2.862 rumah), Ngada (2.296 rumah), Ende (951 rumah), Sikka (227 rumah), dan Sumba Timur (5 rumah rusak ringan). Secara keseluruhan, BPBD mencatat 6.463 rumah rusak berat, 2.481 rusak sedang, dan 12.006 rusak ringan.

Mahadin menegaskan bahwa pendataan kerusakan menjadi dasar penting untuk menentukan kebutuhan bantuan dan rencana pemulihan. “Yang paling penting adalah memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terdata dengan baik sehingga proses penanganan dan pemulihan dapat dilakukan sesuai kondisi di lapangan,” katanya.

BPBD NTT bersama pemerintah kabupaten kini fokus pada pemutakhiran data dan koordinasi lintas instansi agar bantuan dapat tersalurkan tepat sasaran. Upaya pemulihan rumah warga dan fasilitas publik menjadi prioritas utama dalam fase pascabencana ini.