Koordinator Sosial Politik BEM UI Jadi Korban Penyerangan di Tebet

HUKUM & KRIMINAL535 Dilihat

JAKARTA, AKSIKATA.COM — Peristiwa mengejutkan menimpa Koordinator Sosial Politik Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Hafidz Hernanda, yang menjadi korban penyerangan oleh orang tak dikenal (OTK) di kawasan Tebet Dalam IX, Jakarta Selatan, Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Insiden itu terjadi secara tiba-tiba saat Hafidz tengah mengendarai sepeda motor menuju kediamannya.

Menurut keterangan sejumlah saksi, Hafidz diserang oleh dua orang yang muncul dari arah berlawanan. Saat melintas di jalan yang relatif sepi, dua orang tak dikenal muncul dari arah berlawanan. Tanpa diduga, salah satu pelaku langsung menyerang Hafidz dengan benda tumpul.

Serangan itu membuat Hafidz kehilangan kendali atas motornya dan terjatuh ke jalan. Dalam kondisi terkejut, Hafidz berusaha melawan, namun pelaku kembali melancarkan pukulan hingga korban mengalami luka di bagian kepala dan tangan.

Warga sekitar kemudian menolong Hafidz dan membawanya ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Ketua BEM UI, Rizky Ramadhan, menyampaikan kecaman keras atas insiden tersebut. “Kami menilai penyerangan terhadap Hafidz bukan hanya ancaman terhadap individu, tetapi juga terhadap kebebasan berpendapat mahasiswa. Kami mendesak aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap pelaku,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, membenarkan adanya laporan penyerangan tersebut. “Kami sudah menerima laporan resmi dari korban dan saat ini tim sedang melakukan penyelidikan. Polisi akan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi dan mengumpulkan keterangan saksi untuk mengungkap identitas pelaku,” katanya.

Hafidz merupakan koordinator lapangan aksi “MerebutKemerdekaan” yang membawa delapan tuntutan rakyat, mulai dari menghentikan “penjajahan negara atas rakyat sendiri,” pemberantasan KKN, hingga evaluasi Proyek Strategis Nasional. Hafidz juga vokal mendesak Kapolri dicopot dan mengkritik keras militerisasi ruang sipil.

Hingga kini, Hafidz masih menjalani perawatan intensif. Pihak keluarga berharap aparat segera menemukan pelaku dan memberikan rasa aman bagi mahasiswa yang aktif menyuarakan aspirasi publik.