Presiden Prabowo Bawa Tiga Pesan Utama Indonesia di KTT BRICS 2026

SOSIAL & POLITIK545 Dilihat

NEW DELHI, INDIA, AKSIKATA.COM — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan tiga pesan utama Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 yang digelar di Bharat Mandapam, New Delhi, Republik India, pada Sabtu (12/9/2026).

Pesan tersebut menekankan pentingnya kemandirian dan ketahanan nasional, persatuan negara-negara Global South, serta penguatan kerja sama BRICS dan tata kelola global yang lebih adil.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulis, Senin (14/09/2026) menyebutkan bahwa Presiden Prabowo menegaskan ketiga pesan itu saat menghadiri sesi terbatas bertajuk Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism.

“Kekuatan sebuah negara bermula dari kemampuannya memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya—pangan, energi, dan pendidikan. Dengan fondasi yang kuat, Indonesia tidak akan bergantung atau mudah didikte oleh kekuatan tertentu,” ujar Teddy.

Pesan pertama menitikberatkan pada pentingnya ketahanan pangan, energi, dan pendidikan sebagai modal Indonesia untuk berdiri sejajar di tingkat global. Pesan kedua menyoroti semangat kebersamaan negara-negara berkembang.

“Mengutip pepatah ‘Bersatu kita teguh, terpecah kita runtuh’, Presiden mengingatkan kembali pentingnya spirit Konferensi Asia-Afrika. Negara-negara Global South kini berdiri setara untuk memperjuangkan kepentingan dan masa depannya sendiri,” ungkap Teddy.

Pesan ketiga menekankan potensi besar BRICS yang mewakili separuh populasi dunia. Menurut Presiden, kekuatan tersebut harus diterjemahkan menjadi kolaborasi konkret yang mampu memperkuat ketahanan pangan dan energi, menghubungkan pasar, modal, teknologi, serta membuka peluang pembangunan lebih luas bagi negara-negara berkembang.

“BRICS mewakili separuh populasi dunia. Kekuatan ini harus diubah menjadi kerja sama yang nyata,” tutur Teddy.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menekankan perlunya tata kelola global yang lebih adil dan inklusif dengan PBB tetap berada di pusat sistem multilateral dunia.

“PBB harus tetap menjadi pusat sistem multilateral, namun perlu diperkuat agar lebih representatif, responsif, dan mampu menghadirkan hasil konkret bagi masyarakat dunia,” lanjut Teddy.

“Melalui keanggotaan di BRICS, Indonesia terus bergerak aktif mewujudkan tatanan dunia yang lebih adil, setara, dan damai bagi seluruh bangsa,” pungkasnya.