SuRCI: Angkat Peran Pemulung dalam Ekonomi Sirkular Indonesia

SOSIAL & POLITIK372 Dilihat

BEKASI, AKSIKATA.COM — Di balik hiruk pikuk kota, ada sekelompok orang yang setiap hari bekerja tanpa sorotan kamera: para pemulung. Mereka adalah garda terdepan dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus aktor penting dalam rantai ekonomi sirkular. Melalui kegiatan Temu Sapa & Apresiasi Resource Collectors 2026 di Bantar Gebang, Bekasi, Rabu, 5 Agustus 2026, Yayasan Sustainability for Resource Collectors Initiative (SuRCI) bersama Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) berupaya menempatkan profesi ini pada panggung yang lebih terhormat.

Acara yang dihadiri 100 pemulung ini bukan sekadar pertemuan, melainkan momentum untuk mengapresiasi kontribusi mereka. SuRCI, organisasi nirlaba asal Kanada yang berdiri sejak 2016, telah memberdayakan lebih dari 11.514 pemulung di Indonesia. Melalui 11 program sosial yang mencakup pendidikan, kesehatan, keamanan pangan, hingga akses keuangan, SuRCI mendorong agar pemulung tidak lagi dipandang sebelah mata.

Menurut Annisa Fauziah, Country Manager SuRCI Indonesia, Bantargebang dipilih karena merupakan salah satu tempat pembuangan sampah terbesar di Asia Tenggara sekaligus memiliki populasi pemulung yang sangat besar.

Data menunjukkan, profesi pemulung masih menghadapi tantangan besar: 64% hidup di bawah garis kemiskinan, 42% tidak memiliki jaminan kesehatan, dan tingkat kecelakaan kerja yang tinggi. Karena itu, program seperti distribusi sembako, subsidi smartphone, hingga akses BPJS Ketenagakerjaan menjadi jembatan penting untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Kegiatan di Bantar Gebang juga menghadirkan sosialisasi literasi digital, program BPJS Ketenagakerjaan, serta penghargaan Top Resource Collector bagi pemulung dengan kontribusi pengumpulan material terbanyak. Tidak hanya itu, sesi Focus Group Discussion (FGD) membuka ruang bagi pemulung untuk menyuarakan aspirasi dan tantangan yang mereka hadapi sehari-hari.

Dukungan dari Niagara Cares, program filantropi Niagara Bottling, semakin memperkuat langkah ini. Sejak 2025, Niagara Cares telah membantu lebih dari 1.100 pemulung di Indonesia dengan distribusi 6.374 paket sembako dan 739 akses BPJS Ketenagakerjaan.

“Temu Sapa ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga bentuk apresiasi atas kerja keras para resource collectors. Kami ingin memastikan mereka mendapatkan akses yang setara terhadap layanan sosial dan peluang ekonomi,” ujar Annisa.

Annisa juga menyebut, SurCi memiliki website tempat resource collector melaporkan berapa banyak limbah yang dikumpulkan untuk dijual. “Semakin sering melaporkan, mereka akan mendapatkan bonus berupa voucher yang bisa ditukar dengan sembako. Setiap bulannya mereka cukup melaporkan 50 kg limbah saja,” terangnya.

Ketua Umum IPI, Pris Polly, menambahkan, “Pemulung adalah aktor penting dalam ekonomi sirkular. Dengan kolaborasi SuRCI dan Niagara Cares, kami berharap profesi ini semakin diakui dan dihargai.”

Rangkaian kegiatan serupa akan berlanjut di Penjaringan, Jakarta (6 Agustus 2026) dan Pasar Kemis, Banten (9 Agustus 2026), masing-masing dengan 50 peserta. Harapannya, semakin banyak pemulung memperoleh akses perlindungan sosial, pendidikan, layanan kesehatan, dan peluang ekonomi yang layak.