Brankas Valas Terungkap di Cipete, Polisi Dalami Dugaan Korupsi dan Pencucian Uang

HUKUM & KRIMINAL469 Dilihat

JAKARTA, AKSIKATA.COM – Tim gabungan Kortastipidkor Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi di Jakarta Selatan pada Rabu, 8 Juli 2026, dalam rangka penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian publik adalah Kafe de’Clan Signature dan Koin Money Changer di kawasan Cipete. Dari penggeledahan tersebut, polisi menemukan sebuah brankas berisi uang dalam mata uang asing, yakni dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura, serta sejumlah dokumen penting yang diduga berkaitan dengan aktivitas keuangan mencurigakan.

Kakortastipidkor Polri Irjen Pol Totok Suharyanto menjelaskan bahwa pengusutan perkara ini merupakan hasil kerja sama penyidikan antara Kortastipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Ia menegaskan bahwa penyidikan tersebut berkaitan dengan beberapa perkara besar, termasuk dugaan korupsi dan TPPU dalam kasus PLN batu bara, ASABRI tahun 2020 hingga 2025, serta dugaan korupsi dalam penyelesaian kewajiban PT CBS kepada PT KNI pada periode yang sama.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menambahkan bahwa penggeledahan dilakukan untuk mencari dan mengumpulkan barang bukti yang dapat memperkuat proses penyidikan.

Ia menyebutkan bahwa penggunaan personel Brimob dalam operasi tersebut merupakan bagian dari prosedur pengamanan agar proses berjalan aman dan lancar.

Budi juga mengingatkan bahwa setiap pihak yang dengan sengaja menghalangi jalannya penyidikan dapat dijerat dengan Pasal 21 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Hingga Kamis, 9 Juli 2026, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap temuan brankas dan dokumen di Kafe de’Clan Signature serta Koin Money Changer. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, sementara lokasi penggeledahan di Cipete kini disegel untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Temuan uang asing dalam jumlah besar tersebut menjadi titik penting dalam upaya mengungkap jaringan keuangan yang diduga terkait dengan praktik korupsi dan pencucian uang di beberapa perusahaan besar.